Dari Sumpah Kitab Mazmur Menjadi Lagu: Kisah “Im Lo Ale” yang Populer Bagi Warga Indonesia
![]() |
| Lagu “Im Lo Ale”, dari sebuah Kitab yang bermakna sumpah setia (Foto: Istimewa) |
SEMERUPOS.COM, MADIUN - Lagu “Im Lo Ale” yang sering dinyanyikan di Indonesia sebenarnya berasal dari sebuah sumpah religius yang tertulis dalam kitab suci, tepatnya dari Mazmur 137:5-6. Teks aslinya berbunyi dalam bahasa Ibrani “Im eshkachech Yerushalayim… al rosh simchati” yang berarti: “Jika aku melupakan engkau, wahai Yerusalem… biarlah lidahku melekat pada langit-langit mulutku, jika aku tidak menempatkan Yerusalem sebagai puncak sukacitaku.”
Narasi ini menggambarkan kesedihan bangsa Israel saat berada dalam pembuangan di Babilonia. Mereka bersumpah tidak akan melupakan Yerusalem, kota suci yang menjadi simbol iman, identitas, dan harapan. Sumpah itu bukan sekadar ungkapan emosional, tetapi janji spiritual yang sangat kuat bahkan disertai konsekuensi pada diri sendiri jika melupakannya.
Namun dalam perkembangannya, teks sumpah tersebut kemudian dilagukan dengan nada yang lembut dan penuh sukacita. Lagu “Im Lo Ale” menjadi populer di berbagai komunitas, termasuk di Indonesia, dan sering dibawakan dalam acara rohani maupun perayaan. Banyak orang menyanyikannya tanpa mengetahui bahwa liriknya sebenarnya merupakan janji kesetiaan yang lahir dari penderitaan dan kerinduan mendalam terhadap Yerusalem.
Fenomena ini menarik, karena sebuah sumpah yang awalnya bernuansa duka dan tekad kuat, justru berubah menjadi lagu yang dinyanyikan dengan penuh kegembiraan. Di Indonesia, lagu tersebut bahkan sering dipakai sebagai pujian bersama, mencerminkan bagaimana teks kuno dapat mengalami transformasi budaya dari janji historis dalam kitab suci menjadi nyanyian rohani yang hidup di tengah masyarakat modern.
RED
