BREAKING NEWS

Polisi Fokus Selidiki Tabrakan Taksi Listrik dan KRL di Perlintasan Bekasi Timur

SEMERUPOS.COM
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komaruddin ketika memberikan keterangan ke awak media (Foto: Dok, Humas Polda Metro Jaya)

SEMERUPOS.COM, JAKARTA - Tabrakan Kereta Rel Lstrik (KRL) antara taksi listrik Green SM yang menyebabkan kereta Argo Bromo menabrak gerbong belakang KRL hingga menewaskan 16 orang dan 91 lainnya luka luka, membuat Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya angkat bicara.

Kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan saat ini difokuskan pada insiden tabrakan antara taksi listrik Green SM dan kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang wilayah Bekasi Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komarudin, pada Jumat (1/5/2026). 

"Kami jelaskan bahwa kejadian lain yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur akan ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)", ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian saat ini mengerucutkan penyelidikan pada peristiwa awal yang terjadi di perlintasan sebidang, yang diduga menjadi titik awal rangkaian insiden.

Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat taksi listrik melintas di perlintasan sebidang pada waktu yang bersamaan dengan melintasnya KRL. Diduga kendaraan tetap memasuki jalur rel dalam kondisi yang tidak aman, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan yang terjadi di titik tersebut memicu dampak lanjutan yang berpengaruh pada perjalanan kereta di sekitar lokasi. Petugas yang tiba di tempat kejadian segera melakukan evakuasi serta pengamanan area, sementara operasional kereta sempat mengalami gangguan.

Komarudin menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis kecelakaan lalu lintas atau Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. 

Sejumlah faktor masih dalam tahap pendalaman, mulai dari kemungkinan kelalaian manusia, kondisi jalan, hingga faktor kendaraan.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab utama kecelakaan, apakah berasal dari kesalahan pengemudi, kondisi kendaraan, atau faktor lainnya.

Namun, perlintasan sebidang dipastikan menjadi titik krusial dalam peristiwa tersebut dan menjadi fokus utama penyelidikan.

RED

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar