Menjemput Idulfitri Tanpa Gengsi, Pesan Menyentuh dari Tokoh Masyarakat Madiun
![]() |
| Rachmad (57), tokoh masyarakat Kota Madiun (Foto: zack. SemeruPos) |
SEMERUPOS.COM , MADIUN – Tradisi mudik dan perayaan Idul Fitri sering kali menjadi momen penuh kebahagiaan bagi masyarakat. Namun di balik itu, tidak sedikit orang yang justru merasa terbebani karena dorongan gengsi saat kembali ke kampung halaman.
Hal tersebut disampaikan Rachmad (57), tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, saat mengikuti kegiatan buka bersama jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kelurahan Taman, Kota Madiun, Rabu (11/03/2026).
Menurutnya, fenomena yang kerap terjadi setiap Lebaran adalah banyak orang yang memaksakan diri agar terlihat berhasil di hadapan keluarga maupun teman di kampung halaman.
“Lebaran sering kali membuat orang merasa harus tampil lebih dari kemampuan sebenarnya. Banyak yang dipaksakan karena gengsi dengan saudara atau teman di kampung, padahal kehidupan ekonominya di perantauan sebenarnya biasa saja,” ujar Rachmad.
Ia menilai, kebiasaan tersebut seolah membuat sebagian orang memakai “topeng” ketika mudik, hanya demi menjaga citra di depan lingkungan sosialnya.
“Ketika pulang kampung, ada yang merasa harus menunjukkan keberhasilan. Ada yang mengunggulkan anaknya, ada yang memamerkan usahanya. Itu fakta yang sering kita lihat dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Rachmad mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, makna Lebaran seharusnya kembali pada kesederhanaan, kebersamaan, serta mempererat silaturahmi.
“Jangan berlebihan menyambut Lebaran. Cukup sesuai kemampuan kita sendiri dan jangan dipaksakan. Lebaran itu seharusnya menjadi momen syukur dan silaturahmi, bukan ajang gengsi,” pungkasnya.
Zack
