BREAKING NEWS

SPPG Lumajang Bertumbangan, Pengelola Keluhkan Dana BGN Macet


Imbas Dana BGN Mandek, Salah satu SPPG Tutup Sementara

 SEMERUPOS.COM , LUMAJANG – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lumajang terpaksa menutup operasional sementara. Penutupan ini diduga kuat akibat belum cairnya pembayaran dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga pengelola kewalahan menutup biaya harian.

Salah satu pengelola SPPG di Lumajang, yang namanya enggan dipublikasikan, mengungkapkan, setiap hari pihaknya harus mengeluarkan dana operasional yang tidak sedikit. Biaya tersebut meliputi belanja bahan makanan, upah tenaga kerja, hingga distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.

“Dana yang kami keluarkan setiap hari bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kalau dihitung sebulan, jumlahnya sangat besar. Kalau begini terus, kami bisa bangkrut,” ujarnya, Senin (02/02)

Ia menjelaskan, sejak pembayaran dari BGN belum diterima, sebagian pengelola SPPG memilih menghentikan sementara kegiatan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung pada kelangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik.

“Operasional tetap jalan, tapi dana belum masuk. Kami tidak mungkin terus berutang. Akhirnya, beberapa SPPG memilih tutup dulu,” tambahnya.

Penutupan SPPG ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama wali murid yang berharap program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal. Para pengelola berharap pemerintah pusat, khususnya BGN, segera memberikan kejelasan dan percepatan pembayaran agar operasional SPPG dapat kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait keterlambatan pembayaran tersebut.

Red

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar