Alergi Jurnalis dan Maraknya Oknum, MZK Institute Gelar Pelatihan dan Pemahaman Jurnalistik
![]() |
| MZK Institute gelar pelatihan (Foto: Istimewa) |
SEMERUPOS.COM , MADIUN - Pesatnya perkembangan media sosial di era digital turut membawa dampak serius terhadap dunia informasi. Salah satunya adalah maraknya oknum yang mengaku sebagai jurnalis dari sebuah media, namun dalam praktiknya justru menyalahgunakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi.
Tidak jarang, oknum-oknum tersebut melakukan intimidasi terhadap pejabat publik, mulai dari kepala desa hingga aparatur pemerintahan lainnya bahkan mungkin juga kepada tokoh masyarakat.
Menyikapi fenomena tersebut, MZK Institute bekerja sama dengan Media Newstujuh menggelar pelatihan jurnalistik bagi kepala desa dan pejabat publik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendasar tentang dunia jurnalistik serta mengenalkan kode etik jurnalistik sebagai pedoman utama dalam kerja pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pengetahuan agar mampu membedakan antara jurnalis profesional yang bekerja sesuai aturan dengan oknum tidak bertanggung jawab yang kerap mencatut nama media demi mencari keuntungan pribadi.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu membangun sikap bijak dalam menyikapi pemberitaan yang beredar di ruang publik.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari TMJI (Tunas Muda Jurnalis Indonesia). Ketua TMJI Pusat Madiun, Hernawan, menegaskan bahwa pemahaman kode etik jurnalistik tidak hanya penting bagi insan pers, tetapi juga bagi pejabat publik yang bersinggungan langsung dengan media dan masyarakat.
“Pejabat publik, khususnya kepala desa dan aparatur pemerintahan, juga harus memahami kode etik jurnalistik agar tidak menimbulkan kesan adanya intimidasi atau ancaman terhadap wartawan. Jurnalis adalah profesi mulia yang bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat luas secara berimbang dan bertanggung jawab,” tegasnya,Selasa (03/02).
Ia menambahkan, dengan adanya pemahaman yang baik mengenai etika jurnalistik di kedua belah pihak, diharapkan tercipta sinergi yang sehat antara pemerintah dan insan pers.
Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat difilter dengan baik, sehingga publik mampu menilai mana pemberitaan yang faktual dan bertanggung jawab, serta mana yang sekadar isu atau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Red/zack
